Jumat, 08 Mei 2015

Perkembangan Penduduk

Pengertian Penduduk
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari enam bulan tetapi bertujuan menetap. Pertumbuhan penduduk diakibatkan oleh tiga komponen yaitu fertilitas, mortalitas dan migrasi.
1.        Fertilitas
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain fertilitas ini menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup.
2.        Mortalitas
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu di antara tiga komponen demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Informasi tentang kematian penting, tidak saja bagi pemerintah melainkan juga bagi pihak swasta, yang terutama berkecimpung dalam bidang ekonomi dan kesehatan.
3.        Migrasi
Migrasi merupakan salah satu faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Peninjauan migrasi secara regional sangat penting untuk ditelaah secara khusus mengingat adanya densitas (kepadatan) dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor-faktor pendorong dan penarik bagi orang-orang untuk melakukan migrasi, di pihak lain, komunikasi termasuk transportasi semakin lancar.

Teori Pertumbuhan Penduduk
Analisis pertumbuhan penduduk dilakukan secara sistematis mulai abad ke 18. Beberapa teori pertumbuhan penduduk dapat dilihat sebagai berikut.
1.        Teori Malthus Tentang Penduduk
Orang pertama yang menulis secara sistematis tentang bahaya daripada pada pertumbuhan penduduk adalah Thomas Malthus. Ia adalah salah seorang pendeta dan juga ahli politik ekonomi bangsa Inggris. Pada tahun 1978 ia menerbitkan buku analisis kependudukan berjudul “Essay On The Principle of Population” dan mempertahankan pendapatnya bahwa “natural law” atau hukum alamiah yang mempengaruhi atau menentukan pertumbuhan penduduk. Menurut Malthus, penduduk akan selalu bertambah lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan bahan makanan, kecuali terhambat oleh karena apa yang ia sebutkan sebagai moral restrains, seperti misalnya wabah penyakit atau malapetaka.
2.        Teori Transisi Demografi

Pertumbuhan penduduk di belahan dunia sebelah barat tidak dapat dijelaskan hanya oleh teori Malthus saja. Selama dan setelah revoluasi industri, banyak negara barat mengalami fenomena pertumbuhan yang terus berlangsung hingga abad ke-20 setelah perang Dunia Ke-1,beberapa diantara negara-negara itu seperti Perancis, Inggris dan Skandinavia menunjukkan bahwa pertumbuhannya telah terhenti atau adanya gejala akan berhenti. Oleh karena itu perlu adanya teori baru yang dapat menjelaskan pertumbuhan yang eksplosif sifatnya dan juga pertumbuhan yang terhenti-henti sifatnya. Observasi ini digarap secara sistematis oleh para ahli demografi berkebangsaan Amerika Warren Thompson pada tahun 1929 dan diberi nama hipotesis transisi demografi. Thompson dan kawan-kawannya terus menghaluskan hipotesisnya secara sistematis dan sekarang dikenal dengan nama “theory of the demografic transition” atau teori transisi demografi. Teori ini menggambarkan empat proporsi yang saling berhubungan yang dinyatakan menurut tahap-tahap sesuai dengan pertumbuhan dan berubahnya keadaan penduduk.

Senin, 20 April 2015

Krisis Air Bersih

Indonesia mengalami peningkatan intensitas dan frekuensi perubahan cuaca yang ekstrim dan mengkhawatirkan. Permasalahan seperti banjir, kekeringan dan kejadian-kejadian yang berawal dari penebangan hutan secara ilegal dan kerusakan hutan sering terjadi secara berulang belakangan di Indonesia. Masalah pemanasan global dan perubahan iklim menyebabkan kelangkaan air bersih menjadi masalah yang menonjol pada musin kemarau. Kelangkaan air bersih semakin bertambah parah setiap tahun akibat bertambahnya penduduk dan meningkatnya kegiatan ekonomi. 
Salah satu daerah yang mengalami kelangkaan air bersih yaitu pada daerah Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur mengatakan kondisi mata air di Jawa Timur sudah cukup kritis sehingga ketersediaan air bersih sudah cukup langka. Berdasarkan laporan yang diperoleh Gubernur Jawa Timur diketahui dari 117 mata air yang ada, kini tersisa 53 sumber. Bahkan, ketika musim kemarau datang, sumber air hanya tersisa tiga. Upaya menyelamatkan sumber mata air dari kerusakan dengan melakukan konservasi melalui penanaman pohon di daerah sumber mata air, serta di sekitar daerah aliran sungai diperlukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tak hanya di Jawa Timur, krisis air bersih terjadi di banyak kota di Indonesia, termasuk di ibukota RI, DKI Jakarta.  Dari data penelitian, 125 juta (65 persen) penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa yang kapasitas kandungan airnya hanya 4,5 persen saja.
Kerusakan lahan dan hutan menjadi salah satu penyebab menipisnya persediaan air bersih. Kerusakan lahan merupakan faktor utama penyebab besarnya erosi dalam sebuah ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga dapat mengganggu pasokan atau ketersediaan air untuk air minum dan air untuk mendukung kegiatan-kegiatan domestik, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), pertanian, industri dan sebagainya. Kerusakan hutan juga berdampak terhadap kesehatan. Tentang dampak yang membahayakan kesehatan itu, peneliti Sarah Olson dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, dalam laporan penelitiannya di jurnal Emerging Infectious Diseases (2010) mengatakan, pengundulan hutan di Amazon membantu nyamuk berkembang dan menyebabkan angka malaria melonjak.
Permasalahan tersebut dapat diminimalisir dengan kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan, seperti pelestarian hutan. Penebangan hutan yang semakin marak terjadi di Indonesia. Semakin tingginya pembangunan gedung-gedung membuat lahan di Indonesia berkurang. Penanaman pohon kembali menjadi salah satu kegiatan pelestarian lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam sebaiknya juga dipelihara sampai pohon itu jadi dan bermanfaat bagi semua. Kegiatan lainnya yang dapat dilakukan yaitu memperbaiki jaringan hidrologi tiap wilayah sungai sebagai pendeteksi perubahan ketersediaan air serta pengolahan air dan sumber air. Pembangunan waduk juga perlu dilakukan untuk menampung air di musim penghujan yang dapat dimanfaatkan pada musim kemarau. Pemerintah juga dapat bekerja sama dengan para warga untuk mencari solusi lain untuk mengatasi permasalahan krisis air yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Sumber berita:

Minggu, 12 April 2015

Sumber Daya Alam

Pengertian Dasar Sumber Daya Alam
Sumber daya alam (SDA) merupakan hal-hal yang ditemukan di sekeliling alam yang memiliki kegunaan dan memiliki nilai. Hal-hal yang ditemukan namun tidak diketahui kegunaannya dan tidak memiliki nilai tidak dapat dikatakan sebagai sumber daya alam. Nilai yang dimaksud yaitu memiliki kegunaan dan tersedia dalam jumlah besar sehingga dapat memenuhi permintaan atau kebutuhan manusia.
Sumber daya alam (SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya. Sumber daya alam tidak hanya mencakup komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Secara teori, hal-hal dapat dikatakan sebagai sumber daya alam jika memenuhi persyaratan seperti:
1.         Sesuatu itu ada atau tersedia
2.         Dapat diambil dan digunakan
3.         Memiliki manfaat

Jenis-Jenis Sumber Daya Alam
Sumber daya alam dibedakan menjadi beberapa jenis. Jenis-jenis sumber daya alam berdasarkan wujud fisiknya dapat diklasifikasikan menjadi sumber daya lahan, sumber daya hutan, sumber daya air dan sumber daya mineral. Sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi sumber daya alam yang dapat diperbaharui dan sumber daya alam tak dapat diperbaharui.
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui merupakan kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui yaitu tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga agar terus berkelanjutan. Sumber daya alam tak dapat diperbaharui merupakan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Contoh sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui yaitu minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya karena pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas.
Sumber daya alam berdasarkan potensi penggunaannya dibagi beberapa macam yaitu sumber daya alam materi, sumber daya alam energi dan sumber daya alam ruang. Sumber daya alam materi merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya, misalnya seperti batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya. Sumber daya alam energi merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya, misalnya seperti batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut  laut, kincir angin, dan lain-lain. Sumber daya alam ruang merupakan sumber daya alam yang beruparuang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.

Pengelolaan Sumber Daya Alam
Tingkat ketersediaan dan kelangkaan sumberdaya memberikan indikasi tentang bagaimana seharusnya mengelola sumber daya yang langka dimaksud agar tidak mengancam kelestariannya dengan tanpa dan atau meminimalkan terjadinya degradasi lingkungan. Macam dan karakterisasi sumberdaya tidak hanya menggambarkan bagaimana pentingnya sumber daya tersebut tetapi yang lebih penting adalah bagaimana sebaiknya sumber daya itu dikelola agar memenuhi kebutuhan manusia tidak hanya masa kini, tapi juga masa yang akan datang. Pengelolaan sumber daya alam dapat dilakukan dengan memeprhatikan 4 hal seperti berikut.
1.  biaya pengambilan atau penggalian semakin tinggi dengan semakin menipisnya persediaan SDA tersebut
2.  kenaikan dalam biaya pengambilan atau penggalian SDA akan diperkecil dengan diketemukannya deposit baru serta adanya teknologi baru
3.    sebidang tanah tidak hanya bernilai tinggi karena adanya sumberdaya mineral yang terkandung di dalamnya, tetapi juga karena adanya “opportunity cost” berupa keindahan alam itu
4.   perlu diingat dan dibedakan antara penggunaan sumber daya yang bersifat dapat dikembalikan lagi dan penggunaan sumber daya yang tak dapat dikembalikan ke keadaan semula (irreversible)


Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Pemanfaatan sumber daya alam diperlukan prinsip ekoefisiensi. Ekoefisiensi maksudnya yaitu manusia dalam memanfaatkan atau menggunakan sumber daya alam yang ada tidak boleh merusak ekosistem. Pada masa kini tidak jarang ekosistem yang mengalami kerusakan karena pembangunan. Namun, pembangunan yang berkelanjutan bertujuan pada terwujudnya keberadaan sumber daya alam untuk mendukung kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, prioritas lain yaitu mengelola sumber daya alam dengan upaya pelestarian lingkungan. Contoh upaya pelestarian lingkungan antara lain:
1.         Pemanfaatan SDA Nabati
a.    Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti padi, jagung, ubi dan sebagainya
b.    Dimanfaatkan sebagai sumber sandang seperti serat haramay
c.  Beberapa jenis tanaman dapat dimanfaatkan sebagai minyak atsiri seperti kayu putih, sereh, kenanga, cengkeh
d.      Dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti anggrek
e.       Dimanfaatkan sebagai bahan baku mebel seperti meranti, rotan, bambu
f.        Dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan kencur, jahe, kunyit
g.      Dimanfaatkan sebagai keperluan industri
2.         Pemanfaatan SDA Hewani
a.       Dimanfaatkan sebagai sumber daya pangan seperti daging sapi, daging kambing
b.   Dimanfaatkan sebagai sumber kerajinan tangan seperti lokan, dirangkai menjadi perhiasan
c.  Dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai budaya manusia dan nilai kehidupan, seperti bentuk kapal selam diadopsi dari cara ikan menyelam, bentuk pesawat dari bentuk burung
3.         Pemanfaatan SDA Barang Tambang
Usaha pemanfaatan pertambangan dan bahan galian dalam pembangunan Indonesia adalah sebagai berikut:
a.  Sebagai pemenuh kebutuhan SDA barang tambang dan galian dalam negeri.
b.  Menambah pendapatan negara karena barang tambang dapat diekspor keluar negeri
c.   Memperluas lapangan kerja
d.   Memajukan bidang transportasi dan komunikasi
e.    Memajukan industri dalam negeri

Sumber :

Senin, 06 Januari 2014

Less Bad & More Good!

Membuat resolusi di tahun baru butuh evaluasi di tahun lama. 2013 tahun yang siklusnya naik turun, segala rasa ada di tahun 2013. Gak semua cita-cita atau impian udah tercapai di tahun 2013, masih banyak cita-cita atau impian yang belum tercapai dan butuh evaluasi diri terlebih dahulu. Masih perlu banyak perubahan untuk membenahi perilaku, perkataan, serta usaha pencapaian cita-cita dan impian yang belum tercapai di tahun 2013. Semua evaluasi yang dilakukan bisa kita jadikan sebagai acuan membuat resolusi di tahun 2014. Di 2014 banyak hal yang harus diperbaiki yang dimulai dari diri sendiri. Mengurangi hal-hal buruk dan menambah hal-hal baik dapat dijadikan patokan untuk membuat resolusi di tahun 2014. Ini dia resolusi sederhana! 

“Less Talking More Listening” di tahun 2014, harus bisa mengurangi bicara yang tidak perlu daripada harus banyak bicara hal-hal yang tidak penting dan menyingguung orang lain.

“Less Planning More Doing” di tahun 2014, daripada harus terlalu banyak merencanakan sesuatu tetapi tidak terlaksana, lebih baik langsung bertindak dengan syarat sudah dipikir segala resiko baik dan buruk, karena segala perilaku pasti memiliki resiko.

“Less Complaining More Encouraging” di tahun 2014, harus bisa mengurangi segala keluhan keluhan yang biasa dilontarkan di tahun tahun sebelumnya, semua pekerjaan pasti membuat lelah tetapi bila kita bahagia mengerjakannya pasti pekerjaan berat akan terasa lebih ringan.

“Less Worrying More Hoping” di tahun 2014, dibandingkan harus mengkhawatirkan segala hasil pekerjaan atau tugas, lebih baik menerima apapun hasilnya yang penting sudah berusaha mengerjakan tugas semaksimal mungkin karena bagaimanapun hasilnya, itulah hasil usaha dan kerja keras diri sendiri, apabila hasilnya kurang memuaskan maka itulah pelajaran bagi kita.

“Less Hate More Love” di tahun 2014, harus bisa berperilaku baik lagi pada semua orang karena setiap orang pasti memiliki sisi baik dan sisi buruknya.

Penyadapan di Indonesia

Indonesia dan Australia akan menyusun protokol serta kode etik hubungan kedua negara untuk menjamin tidak terulangnya tindakan merugikan yang dilakukan salah satu negara. Setelah protokol terbentuk, dijalankan, dan memberikan rasa percaya, baru Indonesia bersedia melanjutkan kerja sama dengan Australia.
Sikap Indonesia yang mengajak Australia menyusun protokol dan kode etik bagi hubungan kedua negara merupakan respons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas surat balasan Perdana Menteri Australia Tony Abbott. Respons ini disampaikan Yudhoyono dalam keterangan pers seusai rapat terbatas membahas surat balasan Abbott, Selasa (26/11), di Kantor Presiden.
”Saya akan menugasi Menteri Luar Negeri atau utusan khusus untuk mendiskusikan secara mendalam isu-isu sensitif, termasuk hubungan bilateral Indonesia-Australia pasca-penyadapan,” tutur Presiden. Pembahasan tersebut akan menjadi dasar upaya selanjutnya, yaitu membahas protokol dan kode etik.
Jika sudah selesai disusun, kode etik dan protokol akan disahkan di hadapan kepala pemerintahan kedua negara. Setelah itu, Australia dan Indonesia akan menjalankan kode etik itu sebaik mungkin. Evaluasi ataupun observasi dilakukan untuk menilai pelaksanaan protokol/kode etik.
Sebagai tahap terakhir, menurut Yudhoyono, setelah Indonesia memiliki kepercayaan, kerja sama bilateral dapat dilanjutkan, termasuk kerja sama militer dan kepolisian. Presiden menjelaskan, surat balasan Abbott mempunyai tiga pesan penting. Pertama, Australia ingin menjaga dan melanjutkan hubungan bilateral kedua negara. Kedua, Abbott berkomitmen bahwa Australia tidak akan melakukan sesuatu di masa depan yang akan merugikan ataupun mengganggu Indonesia. Ketiga, Abbott setuju dan mendukung usul Yudhoyono agar dilakukan penataan kembali kerja sama bilateral, termasuk pertukaran intelijen dengan menyusun protokol/kode etik yang jelas, adil, dan dipatuhi.
Yudhoyono mengatakan, saat ini ada belasan ribu mahasiswa Indonesia di Australia. Tidak sedikit pula warga Indonesia yang bekerja di Australia.

”Demikian juga ada ratusan ribu warga Australia yang menjadi wisatawan, selain bekerja dan bertugas di Indonesia,” kata Presiden.

Sumber:

Kamis, 19 Desember 2013

Makna lagu "Cublak-cublak Suweng"

CUBLAK-CUBLAK SUWENG
Jawa Tengah

Cublak-cublak suweng
Suwenge ting gelenter
Mambu ketundung gudhel
Pak gempo lerak-lerek
Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong
Sir-sir pong dele kopong

Makna Lagu :
Kita sebagai manusia biasa yang tercipta dari tanah. Makanya dalam permainan seorang anak harus telungkup mencium tanah seolah sedang sujud. Hanya manusia biasa yang tak tak tahu apa-apa. Namun manusia tetap ada hasrat nafsu sebagaimana nabi Adam dikeluarkan dari surga karena mencium wanita. Manusia mempunyai hasrat nafsu harta, tahta dan wanita. Dalam lagu daerah ini manusia tetap memenuhi hasratnya untuk mencari harta (”cublak-cublak suweng”). Namun harta tercecer dimana-mana dan semua orang pasti menginginkannya. Begitu mudahnya tercium ’bau’ harta sampai orang tak berilmu pun tahu, kita tahu bahwa setiap hari ada maling, copet, koruptor yang mengincar harta. Zaman sekarang istilah koruptor identik dengan ”tikus” yang sama saja binatang atau ”gudhel” dalam lagu ini. Berarti zaman lagu dan permainan ini ditemukan, sudah diajarkan kepada masyarakat bahwa kita harus was-was akan bahaya koruptor.

Dan kita tahu tampang para koruptor seperti apa, biasanya mereka selalu senyum mesem-mesem (”sopo ngguyu ndelekakhe”). Lihatlah tampangnya para koruptor yang tetap saja nyengir meskipun sudah dipanggil KPK.
Cara terbaik untuk mencari harta adalah dengan hati nurani yang bersih. Tidak dipengaruhi hawa nafsu dsb. Dengan hati nurani akan lebih mudah menemukannya, tidak tersesat.
Ternyata memang luar biasa makna permainan Jawa yang diajarkan Sunan Giri ini. Walisongo memang telah mengajarkan mengenai suatu perjalanan hidup setiap manusia sehari-hari. Setiap hari kita mencari harta, harta tak hanya berupa kekayaan bisa berupa ilmu, jabatan, dan setiap pemuas kebutuhan hidup manusia. Permainan ini diajarkan penyebar Islam di tanah Jawa sehingga pastilah berlandaskan Islam, untuk mencari harta janganlah menuruti hawa nafsu tetapi semuanya kembali ke hati nurani/


Biografi "Dewi Sartika"

Dewi Sartika dilahirkan di keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dengan Raden Somanagara. Meskipun bertentangan dengan adat waktu itu, ayah-ibunya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika di sekolah Belanda. Setelah ayahnya wafat, Dewi Sartika diasuh oleh pamannya (kakah ibunya) yang menjadi patih di Cicalengka. Oleh pamannya itu, ia mendapatkan pengetahuan mengenai kebudayaan Sunda, sementara wawasan kebudayaan Barat didapatkannya dari seorang nyonya Asisten Residen berkebangsaan Belanda.
Sedari kecil , Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan, beliau sering memperagakan praktik di sekolah, belajar baca-tulis, dan bahasa Belanda, kepada anak-anak pembantu di kepatihan. Papan bilik kandang kereta, arang, dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar.
Waktu itu, Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun, ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. Gempar, karena waktu itu belum ada anak (apalagi anak rakyat jelata) yang memiliki kemampuan seperti itu, dan diajarkan oleh seorang anak perempuan.
Setelah remaja, Dewi Sartika kembali lagi kepada ibunya di Bandung. Jiwanya yang telah dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. Hal ini didorong pula oleh pamannya, Bupati Martanagara, yang memang memiliki keinginan yang sama. Tetapi, meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya, tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu, membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. Namun karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut, akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan.
Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, beliau memiliki visi dan cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika, guru di sekolah Karang Pamulang, yang saat itu merupakan sekolah Latihan Guru.
Terjemahan: Tahun 1906, Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata, beliau mempunyai visi dan cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika, guru di sekolah Karang Pamjulang, yang waktu itu merupakan sekolah Latihan Guru.

Sejak 1902, Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. Di sebuah ruangan kecil, di belakang rumah ibunya di Bandung, Dewi Sartika mengajar di hadapan anggota keluarganya yang perempuan. Merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya, menjadi materi pelajaran saat itu
Usai berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara, pada 16 Januari 1904, Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Tenaga pengajarnya tiga orang : Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya, Ny. Poerwa dan Nyi. Oewid. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang, menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung.
Setahun kemudian, 1905, sekolahnya menambah kelas, sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang, Kebon Cau. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya, serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909, bahasa sundabisa lebih mememenuhi syarat kelengkapan sekolah formal.
Pada tahun-tahun berikutnya di beberapa wilayah Pasundan bermunculan beberapa Sakola Istri, terutama yang dikelola oleh perempuan-perempuan Sunda yang memiliki cita-cita yang sama dengan Dewi Sartika. Pada tahun 1912 sudah berdiri sembilan Sakola Istri di kota-kota kabupaten (setengah dari seluruh kota kabupaten se-Pasundan). Memasuki usia ke-sepuluh, tahun 1914, nama sekolahnya diganti menjadi Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan). Kota-kota kabupaten wilayah Pasundan yang belum memiliki Sakola Kautamaan Istri tinggal tiga/empat, semangat ini menyeberang ke Bukittinggi, di mana Sakola Kautamaan Istri didirikan oleh Encik Rama Saleh. Seluruh wilayah Pasundan lengkap memiliki Sakola Kautamaan Istri di tiap kota kabupatennya pada tahun 1920, ditambah beberapa yang berdiri di kota kewedanaan.
Bulan September 1929, Dewi Sartika mengadakan peringatan pendirian sekolahnya yang telah berumur 25 tahun, yang kemudian berganti nama menjadi "Sakola Raden Déwi". Atas jasanya dalam bidang ini, Dewi Sartika dianugerahi bintang jasa oleh pemerintah Hindia-Belanda.

Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya, dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar, Kabupaten Bandung.


Sumber :